Pontianak..ibu kota Kalimantan Barat...meskipun termasuk kota yang kecil..Pontianak terkenal dengan nama Kota Khatulistiwa...karena dilalui oleh garis imajiner khatulistiwa..Garis khatulistiwa yang melewati kota Pontianak merupakan satu-satunya garis khatulistiwa di dunia yang persis membelah bumi secara horizontal menjadi belahan utara dan belahan selatan.
Banyak obyek wisata yang cukup menarik di kota Pontianak, dan salah satu tempat menarik yang sempat saya kunjungi pada April 2009 adalah Tugu Khatulistiwa ( Equator Monument ).
Tugu ini merupakan maskot dari kota Pontianak dengan keberadaannya sebagai Kota Khatulistiwa.Lokasi tugu ini terletak di Jalan Khatulistiwa, Kelurahan Siantan, Kecamatan Pontianak Utara,Kota Pontianak. Tugu ini dibangun pada tahun 1928 bersamaan dengan sebuah expedisi internasional yang bertujuan untuk menentukan garis imajiner khatulistiwa, yang dipimpin oleh seorang ahli geografi berkebangsaan Belanda. Pada saat itu, bangunannya masih sangat sederhana yakni hanya berupa sebuah tonggak yang diberi tanda panah penunjuk arah.
Pada tahun 1938, dilakukan renovasi dengan menambahkan sebuah lingkaran di atas tonggaknya. Pada tahun 1990, pemerintah daerah setempat membangun sebuah kubah dengan tujuan melindungi tugu yang asli. Kemudian di atas kubah tersebut dibangun duplikat tugu dengan ukuran 5 kali ukuran tugu yang asli. Tidak seperti bangunan tugu pada umumnya, tugu ini terbuat dari kayu ulin. Sebagai pengunjung, kita bisa masuk ke dalam kubah untuk melihat bangunan tugu yang asli tanpa dipungut biaya, kita juga bisa melihat dokumentasi tugu di masa lalu, dan dokumentasi pesta rakyat yang diadakan pada saat terjadinya fenomena titik kulminasi matahari yang bersiklus 2 kali setahun yaitu pada tgl 21-23 Maret yang disebut vernal equinox (titik pertemuan pertama) sebagai tanda awal musim semi, dan pada tgl 21-23 September yang disebut autumnal equinox (titik pertemuan kedua) sebagai tanda awal musim gugur. Pada tanggal tersebut, tugu ini banyak dikunjungi wisatawan karena pada tanggal tersebut meskipun hanya sekitar 5-10 menit, kita dapat melihat benda-benda yang ada di sekitar tugu tersebut tidak memiliki bayangan. Demikian info yang saya dapatkan dari pihak pengelola Tugu Khatulistiwa, mesipun sangat disayangkan karena saya berada disana bukan pada saat terjadinya fenomena titik kulminasi matahari, sehingga tidak dapat menyaksikan sendiri benda-benda di sekitar tugu tersebut tidak memiliki bayangan. Namun demikian, Tugu Khatulistiwa adalah obyek wisata sejarah di Pontianak yang patut anda kunjungi dan sangat sayang bila dilewatkan (^_^)
Banyak obyek wisata yang cukup menarik di kota Pontianak, dan salah satu tempat menarik yang sempat saya kunjungi pada April 2009 adalah Tugu Khatulistiwa ( Equator Monument ).
Tugu ini merupakan maskot dari kota Pontianak dengan keberadaannya sebagai Kota Khatulistiwa.Lokasi tugu ini terletak di Jalan Khatulistiwa, Kelurahan Siantan, Kecamatan Pontianak Utara,Kota Pontianak. Tugu ini dibangun pada tahun 1928 bersamaan dengan sebuah expedisi internasional yang bertujuan untuk menentukan garis imajiner khatulistiwa, yang dipimpin oleh seorang ahli geografi berkebangsaan Belanda. Pada saat itu, bangunannya masih sangat sederhana yakni hanya berupa sebuah tonggak yang diberi tanda panah penunjuk arah.
Pada tahun 1938, dilakukan renovasi dengan menambahkan sebuah lingkaran di atas tonggaknya. Pada tahun 1990, pemerintah daerah setempat membangun sebuah kubah dengan tujuan melindungi tugu yang asli. Kemudian di atas kubah tersebut dibangun duplikat tugu dengan ukuran 5 kali ukuran tugu yang asli. Tidak seperti bangunan tugu pada umumnya, tugu ini terbuat dari kayu ulin. Sebagai pengunjung, kita bisa masuk ke dalam kubah untuk melihat bangunan tugu yang asli tanpa dipungut biaya, kita juga bisa melihat dokumentasi tugu di masa lalu, dan dokumentasi pesta rakyat yang diadakan pada saat terjadinya fenomena titik kulminasi matahari yang bersiklus 2 kali setahun yaitu pada tgl 21-23 Maret yang disebut vernal equinox (titik pertemuan pertama) sebagai tanda awal musim semi, dan pada tgl 21-23 September yang disebut autumnal equinox (titik pertemuan kedua) sebagai tanda awal musim gugur. Pada tanggal tersebut, tugu ini banyak dikunjungi wisatawan karena pada tanggal tersebut meskipun hanya sekitar 5-10 menit, kita dapat melihat benda-benda yang ada di sekitar tugu tersebut tidak memiliki bayangan. Demikian info yang saya dapatkan dari pihak pengelola Tugu Khatulistiwa, mesipun sangat disayangkan karena saya berada disana bukan pada saat terjadinya fenomena titik kulminasi matahari, sehingga tidak dapat menyaksikan sendiri benda-benda di sekitar tugu tersebut tidak memiliki bayangan. Namun demikian, Tugu Khatulistiwa adalah obyek wisata sejarah di Pontianak yang patut anda kunjungi dan sangat sayang bila dilewatkan (^_^)